Monday, April 1, 2013

Bab 27 Perpustakaan Gratis

Bersyukur masa kecil di kompleks Bearland, jalan matraman, Jakarta Timur. Mengapa demikian ? Ini karena ada toko buku yang berdiri disana, tepatnya di depan daerah tegalan matraman, yaitu Toko Buku GRAMEDIA.

Saya baca semua buku tiap rak yang ada di Gramedia Matraman. Nah kalau buku yang diplastik, saya robek aja lalu baca, anak Bearland gito loh, satpam dan penjaga juga ngak berani negur ... hihihi. Ngak kebayang jika ngak ada Gramedia, mungkin saya sudah jadi preman, jeger kelas teri. Buku yang saya baca antara lain cerita rakyat Indonesia, 1001 malam, Rin Tintin, Lima Sekawan, STOP, Seri Tokoh Penemu, Politik, Biografi Tokoh Indonesia, buku sejarah, fisika dan matematika.

Membaca itulah yang membuka wawasan hidup saya. Saya percaya, jika kita memulai dengan membaca dan budaya membaca mengakar maka bangsa ini akan bangkit. Kadang saya ingin tahu, apa landasan pihak Kompas Group membangun toko buku Gramedia di jalan matraman Jakarta Timur, secara disana biang keributan dan tawuran !!!

Friday, February 1, 2013

Bab 26 Bakar Rokok

Kadang saya dan teman-teman di atas tower sampai malam, apalagi kalau pekerjaan upgrade, harus mulai kerja jam 12 malam selesai subuh jam 5 pagi. Udara dingin dan ANGIN menusuk tulang. Paling enak dan asyik adalah merokok. Gimana merokok di atas tower ketinggian 20 mtr atau lebih, bahkan 72 mtr ???

ANGIN, itu masalah. Masalah bagaimana ? Musuh saat nyalain api. API ngak nyala berarti ngak bisa merokok, kecuali kalau pengen digigit-gigit aja tuh rokok ... hihihi ...

Bagaimana mencegah api tidak tertiup angin saat saya nyalain di ketinggian 72 meter ? Nah, kalian pembaca blog ini, coba pikirkan dan segera tutup mata sepuluh detik. Berhitung mulai ... satu dua tiga empat lima enam tujuh delapan sembilan sepuluh !!!

Buka mata sekarang, udah nemu ide gimana caranya ngak ? Belum. Nah kapan-kapan kalian ikut saya panjat tower 72 meter !!!

Saturday, December 1, 2012

Bab 25 SUPERTEAM

Terbang ke Balikpapan. Mengerjakan proyek BTS di kantor perusahaan minyak asal Prancis. Urus ijin di gerbang, lalu ke lokasi tower yang jalannya menanjak. Ternyata ada perumahan karyawan elite. Sepanjang jalan, ternyata sinyal GSM blank, kayak di jaman batu, pantesan mereka komplen dan ingin agar sinyal GSM ada.

Pertamakali, sebelum panjat tower, saya dan 2 orang teman diperiksa oleh dokter. Dicek tekanan darah. Ternyata saya dilarang naik tower karena tekanan darah lagi rendah. Konsep SAFETY FIRST benar-benar diutamakan. Sebelum panjat tower, tool dan sepatu kita diperiksa harus sesuai standar perusahaan minyak itu.

Jam 12 siang, 2 orang teman masih di tower. Tiba-tiba datang team safety, mengingatkan saya dan 2 teman untuk turun dari tower. Kata saya "Pak, kita dikejar-kejar target, apa tidak bisa diteruskan". Kata tim safety "Tidak boleh, semua harus turun". Setelah teman-teman sampai dibawah, tim safety berkata "Disini, waktu istirahat, harus istirahat, tidak boleh bekerja. Lanjutnya "Kita tidak butuh superman tetapi kita butuh SUPERTEAM".

Monday, October 1, 2012

Bab 24 Reuni Ibu Guru

Ibu ku seorang guru, mengajar bahasa inggris di SMAN 27 Salemba Jakarta Pusat. Tahun 2007 pensiun. Pengabdian 27 tahun bagi anak negeri ini. Perkembangan jejaring sosial internet memberi dampak kepada ibu. Semua orang bisa terhubung. Pertemanan semasa SD, SMP, SMA, Universitas dan banyak lagi, telah dipersatukan oleh Facebook.

Sejak maraknya Facebook, ibu sering diundang untuk temu alumni murid-murid SMAN 27. Dari telah lulus 10 tahun lalu sampai 20 tahun lalu. Dari lokasi di sekolah sampai restauran dan alam terbuka. Saya sering mengantar ibu ketempat pertemuan hanya menggunakan motor. Sementara mobil-mobil berderet diparkiran, yang dipunyai anak muridnya di SMAN 27. Saya melihat ibu menangis meneteskan air mata, saat mantan murid-muridnya menyalami dan mencium tangan ibu. Kata ibu "Kalian sudah sukses, tetapi yang belum juga ada, Ibu tetap bangga pada kalian semua, murid-murid Ibu".

Diakhir acara biasanya Ibu diberi cenderamata oleh panitia atau amplop berisi sejumlah uang. Setiap amplop yang dibuka, Ibu selalu mengucap syukur bahwa mereka masih ingat Ibu. Dari cerita Ibu saya menyimpulkan semakin tua angkatan yang mengundang, semakin tebal isi amplop yang diterima Ibu.

Terimakasih kepada abang-abang dan kakak-kakak alumni SMAN 27 yang masih mengingat Ibu Marintan Siregar.