Jika anda memiliki istri lebih dari satu, jangan lupa membuat WARISAN terhadap harta anda. Baik bergerak dan tidak bergerak. Sebidang tanah bisa menjadi pertumpahan darah, bukan dengan orang lain, tapi sesama saudara. Beberapa lahan yang disewakan untuk pembangunan BTS, menemukan hal tersebut.
Entah siapa yang benar !!!
Mereka saling mengakui bahwa lahan tersebut warisan'nya. Saling membawa pengacara. Ujung-ujung'nya keributan.
Dihadapan saya menangis seorang ibu. Beberapa tahun lalu, pertamakali kontrak lahan dengan ibu tersebut, istri ke tiga. Tapi kontrak lahan sudah direbut oleh keluarga lain saat perpajangan kontrak. Ibu itu bercerita apa yang terjadi, kata sih ibu "Saya sudah janda, dulu saya yang mengurus suami saat sakit, mereka tidak peduli". Saya hanya bisa mendengar saja. Semoga ada solusi terbaik untuk pihak yang bertikai.
Sunday, April 1, 2012
Thursday, March 1, 2012
Bab 22 Tukang Gali
Proyek optik diberhentikan warga. Pihak RT/RW dan kelurahan mengadakan pertemuan. Berikut kalimat Paijo dihadapan warga setempat.
"Bapak-bapak yang terhormat. Saya adalah warga negara Indonesia. Mencari makan untuk anak istri keluarga. Kami mendapat pekerjaan dari operator telekomunikasi. Pihak operator membuka banyak lapangan pekerjaan. Tapi saat ini, pekerjaan kami diberhentikan oleh Bapak-bapak sekalian. Saya hanyalah tukang gali tanah. Saya tidak tahu undang-undang yang Bapak-bapak sampaikan. Mungkin Bapak-bapak menuntut kompensasi sejumlah uang. Yang saya tahu, kita beratap langit sama, berdiri di tanah ibu pertiwi yang sama tetapi saling menghancurkan, saling memalak. Anak istri saya, menangis saat ini, karena ayahnya pulang tidak membawa uang. Pekerjaan kita belum selesai. Hidup anak-anak dan istri kami, ada ditangan Bapak-bapak semua yang hadir disini"
"Bapak-bapak yang terhormat. Saya adalah warga negara Indonesia. Mencari makan untuk anak istri keluarga. Kami mendapat pekerjaan dari operator telekomunikasi. Pihak operator membuka banyak lapangan pekerjaan. Tapi saat ini, pekerjaan kami diberhentikan oleh Bapak-bapak sekalian. Saya hanyalah tukang gali tanah. Saya tidak tahu undang-undang yang Bapak-bapak sampaikan. Mungkin Bapak-bapak menuntut kompensasi sejumlah uang. Yang saya tahu, kita beratap langit sama, berdiri di tanah ibu pertiwi yang sama tetapi saling menghancurkan, saling memalak. Anak istri saya, menangis saat ini, karena ayahnya pulang tidak membawa uang. Pekerjaan kita belum selesai. Hidup anak-anak dan istri kami, ada ditangan Bapak-bapak semua yang hadir disini"
Sunday, December 25, 2011
Bab 21 "Bersinar seperti Bintang"
Bandung, tanggal 16 Desember 2011 yang lalu saya cuti. Tepatnya hari jumat, dalam rangka menghadiri perayaan natal sekolah minggu Gereja Kristen Pasundan Kebon Jati Bandung. Anak tercinta kami Serafina berusia 3 tahun akan tampil menyanyi dengan judul "ku punya berita"
Pukul 4 sore, saya, istri dan Serafina tiba di GKP Kebon Jati. Udara dingin dan cuaca mendung menyelimuti kota Bandung. Suasana halaman gereja sudah ramai oleh guru-guru sekolah minggu yang menyambut anak-anak dan orang tua dengan meja sederhana untuk pengisian buku tamu. Demikian juga para orang tua yang menggandeng anak-anak dan menggendong balita. Beberapa anak yang lain berlari kesana kemari.
Serafina menggunakan baju berwarna hijau, saya dan istri menggunakan baju berwarna putih. Warna baju ini ternyata berhubungan dengan tema perayaan natal tahun ini "Bersinar Seperti Bintang". Balita bintang hijau, anak SD bintang merah dan biru, anak SMP bintang kuning, guru-guru sekolah minggu bintang ungu dan orang tua bintang putih.
Serafina dan teman-temannya tampil di awal perayaan natal. Gerak kaki ke kiri dan ke kanan, tangan ke atas. Diperayaan natal tersebut, anak-anak sekolah minggu bernyanyi, membaca puisi, menari dan drama. Mereka menjadi bintang-bintang kecil yang mewarnai hati kami.Gedung gereja peninggalan Belanda yang masuk cagar budaya yang dilindungi pemkot Bandung menjadi beranda bintang-bintang kecil.
Diantara tiang gereja yang berusia puluhan tahun dan keaslian bangunan gereja yang tidak boleh diubah, ada drama yang dilakukan oleh anak-anak sekolah minggu kelompok SD dan SMP. Dua kelompok diiringi musik melakukan "battle dancing", mereka saling bersaing. Kami yang menyaksikan tertawa dengan kelucuan yang tercipta, ada anak yang gagal melakukan putaran dengan poros kepala, sepertinya dia juga ragu-ragu. Di akhir drama seorang guru sekolah minggu berkata :
"Menjadi bintang tidak harus menjadi juara. Menjadi bintang tidak harus menjadi pemenang. Tapi jadilah sederhana dan penuh cinta kasih".
Mendengar kalimat tersebut, istri dan saya termenung. Kalimat itu sangat menyentuh hati kami, kalimat tersebut bukan untuk anak-anak tetapi mungkin lebih tepat untuk orang tua. Terimakasih untuk guru-guru sekolah minggu GKP Kebon Jati Bandung, semoga TUHAN memberkati pelayanan kalian.
"Selamat Natal 2011 dan Selamat Tahun Baru 2012"
Pukul 4 sore, saya, istri dan Serafina tiba di GKP Kebon Jati. Udara dingin dan cuaca mendung menyelimuti kota Bandung. Suasana halaman gereja sudah ramai oleh guru-guru sekolah minggu yang menyambut anak-anak dan orang tua dengan meja sederhana untuk pengisian buku tamu. Demikian juga para orang tua yang menggandeng anak-anak dan menggendong balita. Beberapa anak yang lain berlari kesana kemari.
Serafina menggunakan baju berwarna hijau, saya dan istri menggunakan baju berwarna putih. Warna baju ini ternyata berhubungan dengan tema perayaan natal tahun ini "Bersinar Seperti Bintang". Balita bintang hijau, anak SD bintang merah dan biru, anak SMP bintang kuning, guru-guru sekolah minggu bintang ungu dan orang tua bintang putih.
Serafina dan teman-temannya tampil di awal perayaan natal. Gerak kaki ke kiri dan ke kanan, tangan ke atas. Diperayaan natal tersebut, anak-anak sekolah minggu bernyanyi, membaca puisi, menari dan drama. Mereka menjadi bintang-bintang kecil yang mewarnai hati kami.Gedung gereja peninggalan Belanda yang masuk cagar budaya yang dilindungi pemkot Bandung menjadi beranda bintang-bintang kecil.
Diantara tiang gereja yang berusia puluhan tahun dan keaslian bangunan gereja yang tidak boleh diubah, ada drama yang dilakukan oleh anak-anak sekolah minggu kelompok SD dan SMP. Dua kelompok diiringi musik melakukan "battle dancing", mereka saling bersaing. Kami yang menyaksikan tertawa dengan kelucuan yang tercipta, ada anak yang gagal melakukan putaran dengan poros kepala, sepertinya dia juga ragu-ragu. Di akhir drama seorang guru sekolah minggu berkata :
"Menjadi bintang tidak harus menjadi juara. Menjadi bintang tidak harus menjadi pemenang. Tapi jadilah sederhana dan penuh cinta kasih".
Mendengar kalimat tersebut, istri dan saya termenung. Kalimat itu sangat menyentuh hati kami, kalimat tersebut bukan untuk anak-anak tetapi mungkin lebih tepat untuk orang tua. Terimakasih untuk guru-guru sekolah minggu GKP Kebon Jati Bandung, semoga TUHAN memberkati pelayanan kalian.
"Selamat Natal 2011 dan Selamat Tahun Baru 2012"
Thursday, December 1, 2011
Bab 20 Toraja Dari Tower
Sejauh mata memandang ...
Pegunungan hijau membentang. Saya pandangi tanah Toraja. Dari tower telkom 30 meter di puncak tertinggi pegunungan. Serasa alam menyapa, bahkan memeluk erat tubuh ini. Barisan bukit hijau bernyanyi, diterangi cahaya pagi sang matahari.
Kekaguman kedahsyatan keindahan. Segala puji untuk alam Toraja. Saya tidak mau turun, ingin diatas tower ini selamanya. Nikmati sang penguasa keindahan dan berteriak "AKU bangga jadi Anak INDONESIA"
Bangkitlah negeri ku INDONESIA !!!
Pegunungan hijau membentang. Saya pandangi tanah Toraja. Dari tower telkom 30 meter di puncak tertinggi pegunungan. Serasa alam menyapa, bahkan memeluk erat tubuh ini. Barisan bukit hijau bernyanyi, diterangi cahaya pagi sang matahari.
Kekaguman kedahsyatan keindahan. Segala puji untuk alam Toraja. Saya tidak mau turun, ingin diatas tower ini selamanya. Nikmati sang penguasa keindahan dan berteriak "AKU bangga jadi Anak INDONESIA"
Bangkitlah negeri ku INDONESIA !!!